“Dengan tekonologi yang bergerak secara cepat maka dia akan menciptakan disrupsi, disruption itulah yang kemudian membutuhkan reaksi atau adjusment policy yang perlu dilakukan,” terangnya.
Menurut Menkeu, masalah infrastruktur dan sumber daya manusia termasuk ke dalam masalah struktural yang pemerintah coba prioritaskan untuk diselesaikan. Begitu pula dengan demografi usia muda yang berjumlah lebih dari 150 juta dan 100 juta diantaranya adalah angkatan kerja, maka Indonesia membutuhkan manusia yang memenuhi kualifikasi lebih banyak lagi.
“Bonus demografi untuk masalah struktural yang kedua yaitu manusianya, maka dibutuhkan sistem pendidikan yang sifatnya long life learning, sehingga sekarang tidak bisa lagi belajar hanya di sekolah atau universitas atau berhenti setelah dapat gelar,” pungkasnya.















