“Meningkat memang tapi dibawah 5%. Lagi pula lebih banyak pelaku usaha mikro yang tertolong daripada yang gagal,” ujarnya.
Hingga Juli 2012, rasio NPL (non performing loan) KUR nasional berada di level 3,3%.
Realisasi kumulatif KUR per Juli 2012 telah menembus Rp. 82,4 triliun atau merupakan yang tertinggi sejak diluncurkan pada akhir 2007 lalu.
Secara nasional, total penyaluran KUR Januari-Juni 2012 sebesar Rp 15,7 Triliun atau mencapai 52,40 % dari target penyaluran KUR Nasional 2012 sebesar Rp 30 Triliun.
Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM Choirul Djamhari mengatakan, agar penerapan financial inclusion di Indonesia tidak berdampak negative.
“Maka pemerintah harus memagarinya dengan regulasi dan pengelolaan keuangan mikro yang professional, proporsional,” paparnya.
Lebih jauh kata Choirul, pemerintah juga harus diupayakan kemandirian disatu pihak dan pengawasan efektif pemerintah dipihak lain.
Sehingga penyaluran kredit mikro tidak asal-asalan saja.
“Lembaga keuangannya harus taat regulasi. Tidak boleh asal menyalurkan kredit mikro,” ungkapnya.
Menurut Choirul, lembaga keuangan harus cermat dan melakukan penelitian yang benar, apakah pelaku usaha yang mendapat kucuran kredit itu memiliki usaha yang layak.












