Langkah ini diharapkan dapat memberikan panduan praktis serta meningkatkan kesadaran wisatawan dalam menghadapi berbagai situasi selama liburan sehingga pengalaman wisata tetap aman, nyaman, dan menyenangkan.
%20Widiyanti%20Putri%20Wardhana%20Wakil%20Menteri%20Pariwisata%20(Wamenpar)%20Ni%20Luh%20Puspa%20Pastikan%20Kesiapan%20Destinasi%20Sambut%20Wisatawan%20di%20Libur%20Nataru%20kawasan%20Kota%20Tua%20Museum%20Fatahillah%20Museum%20Kesejarahan%20Ja%20(14).jpeg)
Kemenpar juga telah mengaktivasi manajemen krisis kepariwisataan untuk pemantauan aktivitas pariwisata. Selanjutnya, kolaborasi bersama stakeholder terkait dan pemerintah daerah untuk mewujudkan CHSE di pusat aktivitas pariwisata dan lokasi daya tarik wisata di masing-masing daerah.
Hal senada disampaikan Wamenpar, Ni Luh Puspa, yang mengatakan Kota Tua merupakan salah satu titik tujuan utama destinasi wisata sehingga sangat penting untuk dipastikan seluruh aspek kesiapannya. Terlebih kawasan Kota Tua juga merupakan salah satu lokasi yang dipersiapkan Pemprov Daerah Khusus Jakarta untuk menggelar acara-acara menarik saat libur Nataru.
“Jadi kita ingin memastikan bahwa semuanya siap untuk menerima wisatawan yang akan sangat banyak. Baik itu dari sisi keamanan, kebersihan, juga keberadaan toilet. Karena toilet dan sampah pasti jadi perhatian orang ketika berkunjung ke destinasi wisata,” ujar Ni Luh Puspa.
%20Widiyanti%20Putri%20Wardhana%20Wakil%20Menteri%20Pariwisata%20(Wamenpar)%20Ni%20Luh%20Puspa%20Pastikan%20Kesiapan%20Destinasi%20Sambut%20Wisatawan%20di%20Libur%20Nataru%20kawasan%20Kota%20Tua%20Museum%20Fatahillah%20Museum%20Kesejarahan%20Ja%20(15).jpeg)
Unit Pengelola Kawasan Kota Tua Jakarta sebelumnya telah memperkuat peraturan dan tata tertib yang harus dipatuhi wisatawan. Mulai dari penguatan larangan membuang sampah sembarangan, vandalisme, juga pelarangan penyalaan kembang api di Taman Fatahillah.















