Aceh, seperti provinsi lainnya di Indonesia, memiliki sumber daya alam serta budaya kuat yang dapat menjadi potensi dan daya tarik bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Sebut saja kulinernya yang khas seperti Mi Aceh dan Ayam Tangkap, serta keragaman kriya dan busana seperti Songkok Aceh yang bisa menjadi inspirasi produk kreatif.
Semua itu menjadi daya tarik yang kuat bagi wisatawan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) setiap tahunnya terus meningkat.
Tahun 2017, jumlah wisman yang mengunjungi Provinsi Aceh mencapai 33.105 orang, tahun 2018 sebanyak 33.787 orang, dan tahun 2019 mencapai 34.465 orang.
Namun pandemi COVID-19 memberikan dampak yang besar, dimana jumlah wisman di sepanjang 2020 sebanyak 10.401 orang.
Kemenparekraf/Baparekraf akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah untuk membangkitkan kembali pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai sektor strategis penyumbang devisa serta pembuka lapangan kerja paling cepat dan mudah.
“Peringatan tsunami yang akan diselenggarakan secara hybrid ini sebagai bentuk adaptasi sekaligus inovasi di tengah pandemi, dimana seluruh stakeholder pariwisata dan ekonomi kreatif beradaptasi penuh dengan kebutuhan penerapan protokol kesehatan yang baik. Kebangkitan Aceh akan menginspirasi kebangkitan Pariwisata Indonesia kedepan,” kata Sandiaga Uno.













