Peringatan 16 Tahun Tsunami oleh Pemerintah Provinsi Aceh rencananya akan diisi dengan kegiatan zikir dan doa kepada para syuhada tsunami serta tausiyah yang akan disampaikan oleh Syeikh Ali Jaber.
Peringatan dilaksanakan secara sederhana dan terbatas di dua tempat bersamaan, yaitu Stadion Harapan Bangsa sebagai lokasi utama peringatan, dan Anjong Mon Mata dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat berbasis pada Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan) dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan) atau CHSE.
Acara juga akan disiarkan secara Live Streaming di Kanal Disbudpar Aceh, Serambi On TV, Metro TV, Inews TV, The Aceh Post TV, dan Puja TV.
“Setiap tahun persisnya pada 26 Desember, kita akan selalu mengenang peristiwa tsunami yang pernah melanda Aceh dengan segala dampak serius dan masif yang ditimbulkan. Kejadian bencana yang telah mengusik rasa kemanusiaan global tidak akan pernah kita lupakan, sebaliknya akan menjadi penyemangat untuk terus bangkit dan membangun Aceh lebih baik melalui satu visi utama menuju Aceh Hebat, tentu saja melalui semangat kebersamaan kita,” kata Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.
Momentum peringatan tsunami juga menjadi media bagi masyarakat Aceh untuk siap menghadapi pandemi COVID-19 bersama melalui semangat adaptasi kehidupan baru dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dalam menunjang kehidupan berkesinambungan dan produktivitas perekonomian.













