Oleh
karena itu, lanjut Menperin, tugas pemerintah pusat akan menyiapkan
skema insentif bagi industri di daerah. Salah satunya dalam hal
penelitian dan pengembangan produk agar kualitasnya semakin baik setiap
tahun.
“Ini
adalah industri yang diharapkan oleh pemerintah. Arahan Bapak Presiden
Joko Widodo adalah industri pengolahan berbasis bahan baku dalam negeri.
Nah, seperti di HGI ini karena produknya herbal untuk kesehatan, dan
diproduksi dengan standar good manufacturing practice sehingga mempunyai pasar global,” imbuhnya.
Sementara
itu, Rusli Habibie mengaku bersyukur karena Menperin bisa berkunjung ke
Gorontalo. Menurutnya, potensi industri berbasis sumber daya alam cukup
banyak di Gorontalo sehingga diharapkan ada perhatian dan intervensi
oleh pemerintah pusat untuk mendorong peningkatan investasi khususnya
sektor industri.
“Contohnya pabrik tepung kelapa tadi, itu 90 persen bahan kelapanya diambil dari petani sehingga ada added value
bagi
mereka. Termasuk juga PT HGI, yang salah satu bahan dasarnya rumput
Teki, orang Gorontalo bilang manggata yang tidak ada harganya. Sekarang
dibeli oleh pabrik dengan harga yang lumayan,” terangnya.
PT
Royal Coconut di Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo merupakan
perusahaan pembuatan tepung kelapa. Perusahaan yang mempekerjakan 702
orang karyawan ini mampu menghasilkan 360 ton tepung per bulan dan
menjadi komoditas ekspor di benua Eropa, Afrika dan Asia.














