“Dalam hal ini kami bantu, dan memberikan asistensi agar industri nyaman ketika membawa investasinya masuk,” ujarnya.
Dalam lawatan ke Jepang dan Korsel, Kemenperin juga terus mendorong investasi baru dari industri-industri kedua negara tersebut. “Kami coba bicara dengan beberapa prinsipal untuk melakukan pengembangan jenis produk baru. Kemudian misalnya di Korsel ada perusahaan besar, nomor tiga di Korsel, tapi belum punya kegiatan produksi di Indonesia. Ini yang akan kami dorong,” jelasnya.
Komitmen investasi yang dikawal dari lawatan ke Jepang dan Korea Selatan ini diperkirakan mencapai lebih dari USD5 miliar. Angka itu di antaranya berasal dari rencana investasi Lotte Chemical sebesar USD3,5 miliar untuk membangun pabrik baru petrokimia di Cilegon, Banten. Selain itu sekitar USD200 juta dari Nippon Shokubai yang berniat membangun pabrik baru dan perluasan pabrik acrylic acid.
“Untuk rencana investasi ini masih ada hal yang perlu diselesaikan. Kami optimistis dengan kunjungan ini, hal-hal yang masih menjadi isu bisa kita selesaikan,” jelas Menperin.














