JAKARTA-Menteri Perindustrian Airlangga (Menperin) Hartarto mengatakan, salah satu upaya strategis untuk memacu kinerja industri manufaktur adalah harmonisasi kebijakan dan peraturan lintas kementerian. Hal ini yang telah menjadi bagian dari program prioritas nasional berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0.
“Jadi,
melalui kebijakan yang harmonis, aktivitas industri bisa terjaga dengan
misalnya mendapatkan pasokan bahan baku, baik dari dalam maupun luar
negeri. Selain itu, industri juga membutuhkan sumber daya manusia (SDM)
dan teknologi. Ini yang tidak terpisahkan,” paparnya di Jakarta, Jumat
(28/12).
Menperin
menjelaskan, pemerintah saat ini ingin mengembalikan industri
manufaktur menjadi sektor andalan dalam mengakselerasi pertumbuhan
ekonomi nasional. Guna mencapai sasaran tersebut, diperlukan langkah
kolaborasi dan sinergi antara pemangku kepentingan terkait mulai dari
pihak pemerintah, pelaku usaha, akademisi hingga masyarakat.
“Dengan Making Indonesia 4.0, kita harus optimistis mengembalikan industri manufaktur sebagai sektor mainstream
dalam pembangunan nasional. Sehingga Kementerian Perindustrian tidak
sendirian dalam upaya menjalankan pengembangan industri di Indonesia,”
tuturnya.














