“Politeknik ini didirikan dengan tiga tujuan, yaitu mendorong pertumbuhan investasi industri melalui penyediaan tenaga kerja industri lokal yang kompeten, memberdayakan SDM diwilayah setempat dan sekitarnya untuk menjadi tenaga kerja industri, sertasebagai pusat inovasi,penelitian danpengembangan Industri furnitur di Tanah Air,” paparnya.
Politeknik Industri Furnitur telah mendapatkan izin penyelenggaraan dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi serta persetujuan kelembagaan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
Politeknik yang memulai operasional pendidikan angkatan pertama sejak 1 Oktober 2018 ini, telah menjalankan tigaprogram studi yang meliputi Teknik Produksi Furnitur, Desain Furnitur, dan Manajemen Bisnis Industri Furnitur.
“Jumlah mahasiswa angkatan pertama sebanyak 99 orang yang diseleksi dari 694 orang pendaftar. Dengan demikian, rasio penerimaan mahasiswa tersebut mencapai 1:7. Seluruh mahasiswa telah disiapkan rencana penempatannya pada 16 perusahaan industri furniture,” imbuhnya.
Haris menambahkan, selain sudah menerapkan konsep dual system melalui kerjasama dengan State Secretariat of Economic Affairs
(SECO) Swiss, Politeknik Industri Furnitur yang
dibangun di atas lahan dua hektare dengan luas gedung 4.800 m2 dan
terdiri dari empat lantai ini juga teah dilengkapi beberapa fasilitas
penunjang.














