Selain itu, pemerintah juga memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa Digital Park di Batam Riau, yang digaungkan sebagai ‘Silicon Valley’ Indonesia. Keberadaan wilayah khusus ini diharapkan bisa dimanfaatkan baik oleh pemerintah maupun swasta, diantaranya perusahaan-perusahaan berstatus Decacorn dan Unicorn.“Jangan sampai digitalisasi yang dilakukan masih menggunakan back office di Bangalore, India. Kami minta Unicorn, Decacorn, memindahkan back office mereka di Indonesia.” kata Airlangga.
Pembangunan dan pembaharuan infrastruktur baru tentu memerlukan sumber daya manusia yang memadai. Airlangga mengatakan, dibutuhkan 600 ribu digital talent setiap tahun, maka dalam 15 tahun ada 9 juta tenaga kerja terserap dari bidang ini. “SDM penting, jangan sampai market besar, namun yang memanfaatkan diluar Indonesia,” pungkas Airlangga Hartarto.***















