Sejalan dengan itu, percepatan dibidang pembangunan infrastruktur SDA, Bina Marga dan infrastruktur Permukiman dan Perumahan Rakyat serta percepatan pembangunan infrastruktur PUPR secara terpadu, merupakan misi yang harus disukseskan. Menteri menjelaskan, di bidang SDA, kita memiliki sumber daya air terbesar kelima di dunia. Ironisnya, ketersediaan air per-kapita antar kepulauan sangat bervariasi. Pulau Jawa karena penduduknya tinggi maka hanya mendapat sedikit air (1.210 m3/kapita/tahun).
Dalam rangka meningkatkan ketahanan air, pemerintah berupaya untuk meningkatkan volume tampungan air dari 14,9 milyar m3 (saat ini) menjadi 17,4 milyar m3 di tahun 2019 melalui program pembangunan 65 buah waduk dimana 29 diantaranya akan rampung 2019. Ditambah lagi, dengan membangun embung dan revitalisasi situ-situ dan danau. Selain bermanfaat, air juga memiliki kekuatan daya rusak yang cukup dahsyat misalnya saat banjir bandang.
Basuki menambahkan, di bidang penyediaan air minum dan sanitasi diarahkan melalui pendekatan tanggap kebutuhan atau demand responsive approach dan pendekatan terpadu. Kebijakan dan strategi yang dilakukan adalah meningkatkan cakupan pelayanan air minum bagi seluruh masyarakat baik perpipaan atau non perpipaan. “Penyediaan air minum yang terintegrasi dengan sanitasi yang baik, akan menghasilkan program yang lestari, holistic dan menjaga kualitas air hingga hilir, “ ucapnya.















