Menurutnya, kerjasama ini membuka pintu bagi pengembangan beberapa proyek yang dinilai perlu untuk mendukung pengembangan sektor ketenagalistrikan dan meningkatkan rasio elektrifikasi di Indonesia. “MoU ini turut membuka kesempatan bagi kegiatan matchmaking, dalam hal ini sektor swasta AS akan dipertemukan dengan pengusaha industri ketenagalistrikan di Indonesia,” jelasnya.
Saat ini rasio elektrifikasi Indonesia sebesar 86,39%, angka ini ditargetkan untuk meningkat sebesar 97.4% pada akhir tahun 2019. Dalam program 35.000 MW, PLN memiliki target pembangkitan sebesar 5.000 MW, sementara 30.000 MW berasal dari Independent Power Producer (IPP) yang akan dilakukan melalui skema Power Purchase Agreement.















