JAKARTA-Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif meresmikan proyek pengembangan Lapangan Merakes di Wialyah Kerja (WK) Sepinggan, Selasa (8/6).
Keberadaan proyek senilai USD1,3 miliar ini menjadi bukti komitmen Pemerintah dalam meningkatkan produksi gas bumi nasional di tengah tantangan global industri hulu migas menghadapi masa pandemi Covid-19.
Hal ini juga membuktikan bahwa iklim investasi minyak dan gas bumi (migas) di Indonesia tetap terjaga.
“Dengan diselesaikannya salah satu proyek migas besar yaitu pengembangan lapangan Merakes diharapkan produksi dan pemanfaatan gas bumi di Indonesia akan semakin meningkat. Selamat kepada Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan ENI Indonesia atas keberhasilan produksi gas di Lapangan Merakes ini,” kata Menteri Arifin dalam sambutannya di Floating Processing Unit (FPU) Jangkrik, Kalimantan Timur.
Keberadaan Lapangan Merakes, sambung Arifin, yang cukup strategis sekitar 35 kilo meter (KM) Tenggara dari Floating Production Unit (FPU) Jangkrik, memungkinkan ENI dapat memaksimalkan sinergi dan meningkatkan ekonomi lapangan dengan infrastruktur terdekat.
“Produksi dari lapangan ini bisa berkontribusi pada perpanjangan umur operasi kilang LNG Bontang, yang memasok LNG ke pasar domestik maupun ekspor,” jelasnya.














