JAKARTA-Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan pertambahan jumlah penduduk akan berpengaruh pada meningkatnya kebutuhan air, lahan, dan energi. Hal ini berdampak serius pada ketahanan nasional dan daya saing apabila ketersediaan sumber daya air tidak dikelola dengan baik.
Jumlah penduduk Indonesia saat ini mencapai 267 juta jiwa, dimana 147 juta jiwa atau 55% merupakan penduduk perkotaan dengan tingkat pertumbuhan 1,1% pertahun.
“Untuk itu Pemerintah perlu mengambil langkah-langkah untuk memperkuat ketahanan air, termasuk membangun ketahanan terhadap bencana yang ditimbulkan oleh air (water related disaster) seperti banjir dan kekeringan,” kata Menteri Basuki dalam sambutannya pada acara CNBC conference bertajuk Water Security and Sustainability di Audotorium Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa (23/7).
Kementerian PUPR akan terus melanjutkan pembangunan infrastruktur untuk membangun daya saing bangsa, serta memberikan manfaat kesejahteraan bagi masyarakat sebagai end user. Hal ini sesuai dengan Visi Misi Indonesia yang disampaikan Presiden Joko Widodo di Sentul, pada 14 Juli 2019 silam.
Upaya meningkatkan ketahanan air dan pangan nasional, dilakukan Kementerian PUPR dengan menambah jumlah tampungan dan suplai air di Indonesia. Diantaranya melalui program pembangunan 65 bendungan dan 1.053 embung dalam kurun 2015-2019. Selain itu juga membangun jaringan irigasi seluas 865.393 hektare dan penyediaan air bersih 21.500 liter/detik selama tahun 2015-2018.















