“Ikan mempunyai nilai gizi yang sangat tinggi. Ini perlu untuk keluarga, perlu untuk anak,” terangnya.
Dengan semakin meningkatnya konsumsi ikan, Presiden meyakini, gizi masyarakat juga akan semakin meningkat. Apalagi Indonesia mempunyai potensi ikan yang sangat besar sekali setelah illegal fishing dikejar-kejar Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.“Produksi ikan menjadi banyak, untuk apa? Ya untuk kita konsumsi sendiri sebanyak-banyaknya,” tegas Presiden.
“Jangan hanya mengonsumsi daging padahal ikannya berlimpah. Yang paling penting lebih murah, lebih bergizi,” ujarnya.
Konsumsi ikan masyarakat Indonesia terus membaik. Sejak tahun 2015 lalu, pemerintah telah berhasil meningkatkan tingkat konsumsi makan ikan nasional, dari 36 kilogram (kg) menjadi 43 kg per tahun. Namun demikian, pemerintah tetap menargetkan pada akhir tahun 2017 ini tingkat konsumsi ikan secara nasional menjadi 47 kg per tahun.
“Kalau ditotal seluruh penduduk Indonesia, artinya kita perlu 750.000 ton ikan lagi untuk bisa dikonsumsi oleh semua masyarakat Indonesia,” pungkas Menteri Susi.














