Oleh: Dimas Ardhinugraha
Menua bersama pasangan hidup, menjadi impian banyak pasangan.
Namun perjalanan untuk menuju kesana, tidak semudah itu. Ada banyak faktor yang perlu dipertimbangkan. Rata-rata usia harapan hidup menjadi salah satunya.
Data Badan Pusat Statistik (“BPS”) mencatat, perempuan memiliki harapan hidup tiga tahun lebih panjang dibandingkan laki-laki.
Belum lagi mempertimbangkan selisih usia dengan pasangan ketika menikah.
Artinya, perempuan harus memiliki bekal yang cukup ketika pasangannya meninggal, yaitu bekal finansial yang cukup dan pengelolaannya.
Ini yang harus dipertimbangkan masing-masing pasangan. Sebagai pasangan, bagaimana kita dapat mencapai target tersebut? Simak penjelasannya berikut.
Saling mendukung bersama pasangan
Data BPS tahun 2023 (https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/NTAxIzI=/angka-harapan-hidup-perempuan–2022.html) mencatat, usia harapan hidup laki-laki di Indonesia mencapai 70,17 tahun, sementara perempuan lebih panjang lagi di usia 74,18 tahun.
Jika diasumsikan ketika menikah usia perempuan lebih muda tiga tahun dibandingkan laki-laki, artinya ada tujuh tahun kemungkinan perempuan hidup sendiri setelah pasangannya meninggal.
Terlebih, dengan semakin majunya teknologi kesehatan, dan semakin tingginya kesadaran akan pentingnya nutrisi yang baik, kita menyaksikan banyak orang di sekitar kita mencapai usia yang lebih panjang.












