Ke depan, perundingan DEFA akan dilanjutkan dengan mekanisme joint monitoring, peningkatan peran sektor swasta, technical assistance, serta pembentukan dispute mechanism untuk menjamin implementasi yang efektif.
Seluruh draf perjanjian ditargetkan rampung awal 2026, dengan penandatanganan final dijadwalkan pada kuartal ketiga 2026.
“Kita harus menggandakan upaya untuk memastikan ASEAN DEFA menjadi kerangka kerja digital pertama di dunia yang bersifat regional, modern, komprehensif, dan visioner, demi kemajuan ekonomi dan sosial di seluruh ASEAN,” pungkas Airlangga.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian Ali Murtopo, Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto, DEFA NC Chair Prewprae Chumrum, dan Director Market Integration ASEAN Secretariat Dr. Le Quang Lan.















