JAKARTA – Manajemen PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) berencana melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) I atau right issue dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 12,8 miliar saham dengan nominal Rp10 per unit.
Jumlah PMHMETD ini mencapai 57,14% dari saham disetor Perseroan. Adapun total maksimum saham yang akan diterbitkan tersebut bergantung pada keperluan dana Perseroan dan harga dari pelaksanaan HMETD.
Dalam hal terjadi perubahan jumlah maksimum saham yang akan diterbitkan, maka Perseroan akan mengumumkannya paling lambat bersamaan dengan iklan Pemanggilan RUPSLB untuk menyetujui PMHMETD Perseroan.
Pengaruh penambahan modal atau PMHMETD ini antara lain adalah Perseroan akan memiliki struktur permodalan yang lebih baik yang dapat meningkatkan kondisi keuangan Perseroan untuk melakukan pengembangan usaha di bidang telekomunikasi.
Selain itu, PMHMETD akan meningkatkan likuiditas perdagangan saham Perseroan .
Bahkan dengan dilaksanakannya PMHMETD ini, Perseroan akan memperoleh pendanaan baru untuk mendukung ekspansi Perseroan.
Direksi INET dalam prospektus rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) I yang disampaikan kepada investor di Jakarta, dikutip Rabu (07/5/2025) menyebutkan, rencana right issue ini terlebih dahulu akan dimintakan persetujuan kepada pemegang saham Perseroan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan dilaksanakan pada 12 Juni 2025.















