Apa benar kelima figur di atas kalah dengan sosok Erick Thohir yang belum genap tiga ulan menjadi Anggota Kehormatan Banser NU?
“Kita sebagai pembaca berita hasil riset CSIIS mungkin beranggapan: “masa sih?”, “beneran ga sih nih surveinya?”, atau “pasti survei-nya dibuat-buat nih.”
Untuk menjawab anggapan yang muncul dibenak para pegiat berita politik Umar pun mencoba untuk mengidentifikasi metode yang digunakan CSIIS dalam rilisnya.
Metode Survei
CSIIS dalam rilis yang diberitakan di berbagai media menyampaikan bahwa riset dilakukan 1 hari (7 Januari 2022) di 10 tempat, yakni di Jawa Timur (Probolinggo, Malang, Pasuruan), Jawa Tengah (Magelang, Rembang), Yogyakarta, Jawa Barat (Tasikmalaya, Cirebon), Banten (Pandegelang) dan Lampung (Lampung Tengah).
Artinya, penelitian dilakukan di 6 (enam) provinsi. Responden adalah santri pondok pesantren.
Sementara teknik pengambilan sampel menggunakan pendekatan puposive.
Terdapat 4 (empat) aspek yang bisa ekniks, yaitu: waktu eknik, lokasi eknik, responden eknik dan eknik sampel.
Pertama, terkait waktu pelaksanaan eknik hanya dilakukan dalam satu hari di 10 kabupaten yang berbeda.
Hal ini sangat mungkin dilakukan oleh sebuah eknik dengan melibatkan jejaring yang dimiliki. Hanya saja, antara waktu pengambilan data dengan waktu rilis cukup lama (eknik 3 minggu).















