Oleh: Salamuddin Daeng
Semua perusahaan minyak sudah mengerti bahwa copid 19 adalah pukulan buat mereka, ditempeleng agar segara berubah. Dan semua perusahaan Minyak akan berubah begitu juga Rosneft Oil Rusia.
Mereka akan kehilangan banyak investor jika tetap ngotot tidak tunduk pada protokol iklim dan itu akan membuat perusahaan ini gulung tikar.
Bayangkan ya lima perusahaan raksasa BP Exxon, Chevron, Shell, total, rugi 77 miliar dolar sepanjang tahun 2020.
Kalau tidak ada yang mau investasi lagi, perusahaan raksasa itu semua bisa tutup. Sementara investasi hanya mau masuk lewat jalur isue iklim.
Untuk memulihkan terutama Ebitda mereka yang telah parah dan memastikan perusahaan tidak bangkrut dihantam covid maka perusahaan migas meningkatkan perburuan sumber uang.
Perlu dicatat bahwa dalam satu dekade terakhir perusahaan minyak lebih fokus memburu uang ketimbang memproduksi minyak. Ini mengaitkan fokus keuangan mereka secara medasar.
Sekarang mereka menyisahkan sedikit harapan, para investor hanyak akan membiayai investasi iklim. Dalam hal ini perusahaan minyak harus mengikat diri secara penuh dalam COP 21.
Bagaimana caranya ? Apa yang harus dilakukan pertamina? atau oleh Sinuhun?
Saya belum pernah dengar dengan jelas apa yang akan dilakukan Pertamina dan sinuhun merespon patahan sejarah ini.















