Namun, nilai investasi tersebut masih jauh dari kebutuhan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Kebutuhan investasi pada 2019 sekitar Rp 5.276 triliun dan 2020 sekitar Rp 5.803-5.823 triliun.
Diperkiraan kontribusi sektor perbankan diharapkan tumbuh 13,5-15 persen, dan pasar modal diperkirakan tumbuh sebesar 10 persen.
Kalau mengandalkan skema regular, business as usual sulit bagi pemerintah mengejar kebutuhan tambahan modal investasi, maka pemerintah perlu breakthrough.
Rasio Incremental Capital Output Ratio ( ICOR ) Indonesia masih menunjukkan posisi yang tinggi. ICOR digunakan untuk melihat tingkat efisiensi investasi di suatu negara. Semakin tinggi nilai ICOR semakin tidak efisien suatu negara dalam investasi.
Sejak tahun 2016 hingga 2019, ternyata rasio ICOR Indonesia masih bertengger di level 6,3.
Bandingkan dengan beberapa negara Asean, Rasio ICOR Malaysia sebesar 4,6, Filipina 3,7, Thailand 4,5, dan Vietnam 5,2. ICOR bisa menjadi gambaran betapa tingkat efisiensi investasi di Indonesia masih rendah, sehingga menyebabkan Indonesaia menjadi kurang menarik sebagai tujuan investasi.
Oleh sebab itu, Indonesia butuh satu desain atau konfogusrasi sistim untuk mendorong investasi yang lebih efisien dan berorientasi ekspor, dan semata mata tidak bertumpu pada sektor komoditas.














