JAKARTA, BERITAMONOTER – Di lorong-lorong sempit Pasar Bunga Rawa Belong, Marry Rim berdiri sambil mengamati aktivitas tokonya.
Aroma mawar, krisan, dan garbera seakan menyatu dengan ingatan panjang tentang bagaimana semua ini bermula.
Lebih dari dua dekade lalu, tepatnya pada 2001, Marry membuka Toko Bunga Aurora dari sebuah lapak kecil di Rawa Belong. Saat itu, pasar bunga terbesar di Jakarta ini belum seramai sekarang.
Pedagang masih bisa dihitung dengan jari dan pembeli pun datang tak banyak. Namun justru dari kesederhanaan itulah Marry menanam mimpi.
Ketertarikannya pada usaha bunga bermula dari pengalaman membantu sanak keluarga yang lebih dulu menekuni bisnis serupa di Sunter, Jakarta Utara.
Dari sana, Marry belajar bahwa bunga bukan sekadar komoditas, melainkan ungkapan cinta, duka, harapan, dan perayaan hidup.
“Dari awal saya memang suka bunga, makanya berniat buka toko,” kata Marry saat ditemui pada Rabu (28/1/2026).
Dari lapak kecil, usaha Marry perlahan tumbuh. Ia mulai melayani pelanggan dari berbagai wilayah di Jakarta, bahkan mengirim bunga sampai ke luar kota.
Seiring waktu, ia membuka kebun bunga sendiri di Bogor dan Bandung, menggandeng petani lokal agar pasokan tetap terjaga dan kualitas bunga terjamin.














