JAKARTA – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) selama enam bulan pertama di 2025, membukukan laba bersih Rp2,16 triliun atau merosot 12,55 persen dibandingkan dengan capaian di Semester I-2024 yang sebesar Rp2,47 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan UNVR untuk periode berakhir 30 Juni 2025 yang dikutip Kamis (31/7), emiten di bawah kendali Unilever Indonesia Holding BV ini mencatatkan nilai penjualan Rp18,2 triliun atau menurun 4,41 persen dibandingkan dengan Semester I-2024 yang mencapai Rp19,04 triliun.
Di tengah penurunan omzet tersebut, UNVR hanya bisa menekan beban pokok pejualan di 1H25 sebesar 1,36 persen (year-on-year) menjadi Rp9,44 triliun, sehingga laba bruto selama enam bulan pertama di 2025 menjadi Rp8,76 triliun atau melorot 7,5 persen (y-o-y).
Pada paruh pertama tahun ini, laba usaha yang dicatatkan UNVR senilai Rp2,9 triliun atau terperosok 9,09 persen (y-o-y).
Sementara itu, laba sebelum pajak penghasilan di Semester I-2025 tercatat Rp2,83 triliun atau tersungkur 10,73 persen (y-o-y).
Dengan adanya beban pajak penghasilan di Semester I-2025 sebesar Rp671,21 miliar, maka laba bersih tahun berjalan yang dibukukan UNVR menjadi Rp2,16 triliun atau merosot 12,55 persen (y-o-y).















