Perkuat Otomotif
Investasi oleh Dynic Textile merupakan investasi baru sektor TPT di Indonesia dan termasuk dalam kategori sektor non-woven textile. Realisasi penanaman modal ini menambah kedalaman struktur industri Tekstil dan Produk Tekstil Nasional.
Produk non-woven textile Dynic sendiri berinvestasi di Indonesia pada sektor yang diaplikasikan untuk keperluan otomotif seperti plafon dan jok. “Jadi ini adalah middle-industry dan memasok ke pabrikan sebagai original equipment. Dynic jeli masuk ke industri yang masih kosong karena selama ini kita mengimpor pelapis ceiling mobil,” kata Menperin.
Kementerian Perindustrian juga meminta agar perusahaan ini memperluas produk ke berbagai kebutuhan lainnya seiring dengan meningkatnya permintaan pasar. “Dynic Textile turut memperkuat struktur industri otomotif yang memberikan nilai tambah lebih besar di dalam negeri,” kata Dirjen IKTA Harjanto.
Perusahaan ini merupakan joint venture Jepang dan Thailand yaitu antara Dynic Corporation (51persen), Textile Prestige Public Company Limited/TPCORP (44 persen) dan SPI yang merupakan Holding Company dari TP CORP (5 persen).
Nilai investasi saat ini USD 14 juta dan selanjutnya akan menambah investasi sebesar USD 4 juta pada phase 2 dan 3. “Pendirian pabrik di sini sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia untuk melokalisasi produksi. Indonesia juga diyakini menjadi negara produsen otomotif utama,” ulas Nicholas Tan, HOD Sales and Marketing Department Textile Prestige.














