JAKARTA-Ketua Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) Maruap Siahaan, mengatakan pabrik PT Toba Pulp Lestari (TPL) Tbk merusak lingkungan dan menimbulkan perpecahan sosial di masyarakat.
Karena itu, perusahaan tersebut harus ditutup.
Menurutnya, Presiden BJ Habibie pada tahun 1999 pernah menutup PT TPL.
Saat itu, masyarakat Danau Toba melalui YPDT yang dipimpin Prof Midian Sirait menyampaikan keluhan rakyat akan PT Inti Indorayon Utama (PT IIU, sekarang PT TPL) kepada presiden Habibie.
“Sudah pernah ditutup. Lalu dibuka kembali. Kehadirannya, sejak 35 tahun lalu, sama saja, terlihat tidak ada perubahan. Tetap saja ada konflik. Tetap ada pencemaran lingkungan hidup, dan perampasan hak tanah masyarakat oleh negara,” kata Maruap usai bertemu Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Bambang Soesatyo di Jakarta, Senin (31/5).
Ia mengaku heran, sebab banyak pihak menyebut PT TPL memberi kontribusi besar untuk masyarakat.
“Tetapi buktinya TPL tidak memberikan kontribusi bagi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) yang membaik. Padahal konflik berkepanjangan, dan merusak lingkungan hidup. Karena kontribusi kepada negara dan masyarakat sangat kecil. Hutang pajak triliunan, sementara dampak terhadap lingkungan hidup, dan konflik sosial-ekonomi tinggi, jadi kami berharap PT TPL ditutup,”kata Maruap











