“Oleh karena itu, saya menitipkan rosario merah putih ini, ketika berdoa Rosario hendaknya juga mendoakan negara kita tercinta Indonesia dan menyerahkannya kepada Maria, Bunda Segala Suku. Kita dipilih untuk melayani bangsa dan gereja dalam pengabdian terbaik yang dilandasi iman Katolik dan dasar Negara Pancasila serta demi keutuhan dan kedaulatan NKRI yang majemuk, plural dan multikultural ini,” ujar Mgr Suharyo, yang juga Uskup Agung Keuskupan Agung (KAJ), Jakarta ini.
Sementara Uksup Agung Keuskupan Agung Pontianak, Mgr Agustinus Agus Pr, menyatakan bahwa dirinya sangat berharap bahwa dalam pengabdian kepada bangsa dan negara, TNI/Polri harus mengingat sumpahnya, sumpah setia kepada bangsa dan NKRI, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Oleh karena itu, dirinya sangat berbahagia dengan kunjungan pastoral Mgr. Suharyo sebagai Uskup TNI/Polri. Dan, dirinya sepakat bahwa harus ada hubungan yang erat dalam bentuk sinergi antara TNI dan Polri dalam melaksanakan mengawal serta menjaga NKRI yang majemuk ini.
Terkait dengan keuskupan militer, pastor Bantuan Militer dan Polisi (PASBANMILPOL) Keuskupan TNI/Polri (Ordinariat Militer Indonesia/OCI) Rofinus Ronny Neto Wuli mengurai lebih lanjut, pedoman Keuskupan TNI/POLRI-Ordinariat Militer Indonesia (OCI) dikukuhkan lagi dalam Konstitusi Apostolik Spirituali Militum Curae oleh Paus Johanes Paulus II pada 21 April 1986. Ordinariat Militer memiliki tugas menjalankan karya pastoral spiritual bagi umat Katolik yang berada dalam lingkungan Militer dan Kepolisian.













