Sebagai bagian dari nusantara yang bernama Indonesia, Musica Sacra kemudian memilih 3 (tiga) lagu
YAMKO RAMBE(Papua), JALI JALI (Jakarta) dan TARDIGADINGDANG (Batak) untuk menegaskan ikatan yang tidak dapat dipisahkan sebagai suatu bangsa.
Lembaga Musica Sacra ini dipimpin Pastor Harry Singkoh MSC, yakni murid Prof. Dr. Gerrit Janssen MSC, ahli musik dan sekaligus pendiri ‘Musica Sacra’ di Keuskupan Manado. kegiatan ini untuk memperkenalkan sekaligus mempromosikan khazanah budaya Minahasa kepada masyarakat umum di tingkat nasional bahkan sampai ke mancanegara, sebagai implementasi aksi mendukung program Pemerintah RI di bidang pariwisata, agar makin banyak turis tertarik mengunjungi tanah Minahasa di Sulawesi Utara.
Direktur Musica Sacra Keuskupan Manado, Harry Singgoh menjelaskan, selain memiliki nilai kreativitas yang tinggi, dia berharap bahwa budaya Minahasa yang ditampilkan ini dapat menjadi salah satu event yang diagendakan sebagai kalender kegiatan tetap Kementerian Pariwisata.
Dalam acara ini, tuan rumah OMK Kawanua Katolik ikut mengisi acara Konser dengan Tarian Katrili, sebuah tarian yang sangat populer di Minahasa. Tarian ini dipentaskan oleh muda-mudi ini merupakan tarian hasil persinggungan budaya Minahasa dengan budaya Eropa, yakni Portugis-Spanyol. Secara etimologi, tarian Katrili berasal dari bahasa Eropa, yaitu Quadrille.















