Sementara itu, menurut Head of Fund Services Mirae Asset Sekuritas, Francisca Gerungan, perusahaan menargetkan pertumbuhan AUA reksa dana di 2022 menjadi Rp1,5 triliun atau meningkat 200 persen dibanding posisi per akhir 2021 yang senilai Rp500 miliar.
“Kami meyakini, target tersebut akan tercapai pada akhir tahun ini, terutama dengan dukungan pengembangan berkelanjutan yang kami lakukan dan diikuti dengan peremajaan nama aplikasi kami menjadi NAVI,” ujar Francisca.
Dalam re-branding NAVI, terdapat tiga hal utama yang dilakukan, yakni lebih ramah terhadap gawai mobile, sehingga bisa menyesuaikan tren aplikasi yang lebih banyak berkutat pada smartphone.
Dua hal utama NAVI lainnya adalah rekening dana nasabah (RDN) yang terintegrasi dengan investasi saham dan memiliki fitur autoinvest.
Produk ini merupakan platform reksa dana yang mengadministrasikan dan memasarkan ratusan reksa dana yang dikelola oleh 33 Manajer Investasi
ternama di Indonesia.
“Tidak terbatas sebagai platform jual-beli reksa dana, nasabah Mirae Asset Sekuritas dapat memanfaatkan NAVI dalam mengelola keuangan, karena juga dirancang sebagai platform manajemen keuangan yang memungkinkan pengguna menentukan keputusan investasi terbaik dan membantu mencapai tujuan keuangannya,” tutur Tae Shim.















