JAKARTA-Kalangan DPR mengecam penilaian yang menyebut menteri non partai politik akan menjadi target utama reshuffle. Apalagi kalau menteri tersebut merupakan bagian dari tim ekonomi kabinet. “Tidak boleh seperti itu dong. Kami tetap obyektif. Tidak boleh dilihat, orang partai atau bukan. Kalau dia bekerja untuk bangsa dan negara, maka tidak boleh dilihat dengan parameter seperti itu. Yang harus dilihat adalah spektrum kerjanya,’’ kata anggota Komisi XI DPR Muhammad Misbakhun kepada wartawan di Jakarta, Senin (1/6/2015).
Pernyataan ini disampaikannya menanggapi pertanyaan wartawan berkaitan dengan adanya berbagai spekulasi soal wacana reshuffle kabinet dan berkembangnya opini masyarakat terhadap kinerja tim ekonomi.
Anggota Fraksi Partai Golkar itu menambahkan masih ada menteri yang punya kinerja yang sangat baik dan berprestasi. Dia menyontohkan Bambang PS Brodjonegoro. “Menkeu itu yang paling bagus di tim ekonomi. Dia dapat tugas utama bagaimana mewujudkan Nawa Cita dalam APBNP 2015, janji-janji kampanye Presiden Jokowi tergambar lewat APBNP,” ujarnya
Dijelaskan Misbakhun, APBNP tersebut dibuat pada Januari 2015 dalam konstelasi KMP dan KIH yang masih panas, ketika itu sebagai Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro dengan sangat elegan dan profesional memasukkan agenda APBNP di DPR dan dalam waktu satu bulan APBNP bisa selesai. “Malah Bambang Brodjonegoro berani pasang badan untuk rakyat dan membela program-program ekonomi pemerintahan Jokowi,” tuturnya.














