JAKARTA-Negara Indonesia dalam kurun waktu 10 tahun terakhir mampu memitigasi dampak krisis ekonomi global melalui intensifikasi koordinasi dan harmonisasi kebijakan antara pemerintah, Bank Indonesia (BI), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Mekanisme yang telah berjalan baik selama ini merupakan modal berharga bagi Presiden dan Kabinet berikutnya untuk mengantisipasi dan menjawab setiap gejolak perekonomian dunia. “Memang, sejumlah tantangan pembangunan nasional telah menunggu Presiden dan Kabinet Baru untuk membawa Indonesia menjadi lebih berdaya saing, maju, mandiri dan berkeadilan,” ujar Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Firmanzah di Jakarta, Selasa (5/8).
Salah satu tantangan ekonomi Indonesia jelas dia menciptakan ekonomi yang bernilai tambah, baik dari sisi rantai proses produksi, tenaga kerja maupun infrastruktur dan sarana pendukung. Dengan demikian, ekonomi Indonesia dapat bersaing dengan negara-negara lain di dunia. Hal ini sangat penting mengingat persaingan ekonomi semakin ketat, baik di tengah pusaran tingkat global maupun kawasan (ASEAN). “Kedalaman integrasi ekonomi Indonesia dalam system pembayaran, perdagangan, keuangan dan investasi dunia menuntut kita semua untuk lebih berdaya tahan atas setiap gejolak perekonomian global,” urainya.











