Selain masalah itu, jelasnya, tantangan dari dalam negeri juga akan semakin kompleks. Percepatan pembangunan infrastuktur, pemerataaan pembangunan, pengentasan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, perbaikan iklim doing-business, pemberdayaan usaha kecil-mikro dan menengah, reformasi birokrasi, peningkatan pendapatan perpajakan dan industrialisasi, merupakan beberapa prioritas yang masih memerlukan perhatian khusus.
Sementara itu, harmonisasi kebijakan antara kementrian/lembaga dan pusat-daerah, juga membutuhkan ekstra perhatian bagi pengambil kebijakan nasional selama periode 2015-2020. “Kita tentunya optimistis bahwa dalam gelombang ketiga pasca reformasi, stabilitas politik-keamanan dan ketertiban akan semakin baik,” papar Firmanzah seraya menyampaikan optimismenya, bahwa perekonomian nasional juga akan semakin berdaya saing dan berdaya tahan.
Lebih lanjut, dia menjelaskan kunci dari semua itu, adalah semangat keberlanjutan dan kontinuitas yaitu meneruskan hal-hal yang telah baik dan memperbaiki apa yang masih kurang dari periode sebelumnya.











