JAKARTA-Manuver anggota Partai Golkar di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) yang secara membabi buta membela Setya Novanto terus dihujat. Para pembela Setnov di MKD ini bahkan mengebrak meja serta terus berupaya mengganjal sidang pelanggaran kode etik dalam kasus “papa minta saham” ini.
Direktur Eksekutif Respublica Political Institute, Benny Sabdo mengecam tindakan anggota MKD yang menggebrak meja tersebut. Pasalnya, sesuai dengan Pasal 119 ayat (2) UU MD3: MKD bertujuan untuk menjaga dan menegakkan kehormatan dan keluhuran martabat DPR sebagai lembaga perwakilan rakyat. “Jangan sampai MKD berubah wujud jadi mahkamah kejantanan dewan,” kritik Benny di Jakarta, Selasa (1/12).
Seperti diketahui, rapat MKD untuk menentukan jadwal sidang kasus dugaan pelanggaran kode etik Ketua DPR Setya Novanto berlangsung panas. Bahkan, aksi gebrak meja pun terjadi. Aksi gebrak meja justru dilakukan oleh Wakil Ketua MKD dari Fraksi Golkar yakni Kahar.
Benny menandaskan sebagai lembaga negara, DPR kerap dipersepsikan sebagai institusi yang paling korup di Republik Indonesia. “Persepsi itulah yang seharusnya diubah anggota DPR melalui peningkatan kinerja baik secara personal maupun kelembagaan, termasuk MKD,” papar Benny.















