Sementara Wahyu Widaryanto, Direktur Utama KPP Mining mengatakan, KPP Mining berkomitmen menyediakan layanan jasa pertambangan yang andal dan terintegrasi.
“Kerja sama ini menambah nilai strategis kami dalam memperluas portofolio proyek sekaligus mengoptimalkan kapabilitas operasional KPP Mining. Kami senantiasa menjunjung keunggulan operasional melalui penerapan standar keselamatan yang tinggi, praktek pertambangan berkelanjutan, serta pengembangan kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan,” ujarnya.
Menurut Surya, ruang lingkup kerjasama meliputi jasa pertambangan batubara dan kegiatan pengupasan lapisan penutup (waste removal. Jangka waktu masa kontrak selama 5 tahun terhitung mulai Januari 2026 dengan nilai kontrak mencapai Rp5 triliun.
Selama masa kontrak, jelas Surya, target produksi batubara ditetapkan mencapai 33,6 juta metric ton (MT) dengan target produksi pada tahun pertama (2026) sebesar 3 juta MT atau dengan total material yang akan dikelola selama periode kerjasama mencapai 140,9 juta bank cubic meters (BCM).














