Di sisi lain, Said berpendapat pemerintah perlu terus memastikan pelaksanaan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM), listrik, dan LPG.
Langkah langkah penyempurnaan kebijakan subsidi energi perlu terus diperbaiki tanpa menunda nunda waktu di tengah desakan agar subsidi tepat waktu dan sasaran.
Hal yang perlu menjadi perhatian selanjutnya adalah para kepala daerah dan seluruh tim pengendali inflasi daerah yang harus terus waspada dengan menggiatkan operasi pasar di daerahnya masing-masing untuk mengantisipasi praktik curang berupa penimbunan berbagai barang komoditas yang menjadi hajat hidup orang banyak.
Sementara itu, terdapat pula tantangan kemungkinan semakin abainya masyarakatnya atas serangan COVID-19 karena telah merasa mendapatkan vaksin booster.
Padahal, gejala kenaikan angka COVID-19 terlihat di beberapa wilayah, khususnya DKI Jakarta, sehingga kewaspadaan tinggi perlu terus dilakukan agar tak semakin menekan kas negara.
“Saya meyakini dengan kedisiplinan semua pihak, khususnya pemerintah dalam menjaga disiplin keuangan sebagaimana rencana anggaran dalam APBN 2022 yang dijabarkan lebih lanjut melalui Peraturan Presiden Nomor 98 tahun 2022, Indonesia dapat meneruskan prestasi pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun mencapai level kisaran lima persen,” pungkasnya.













