JAKARTA-Ketua Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (Banggar DPR) Said Abdullah mengatakan pertumbuhan ekonomi triwulan-II 2022 merupakan modal Indonesia yang sangat baik menghadapi tekanan eksternal yang tampaknya masih akan menghadapi tingginya harga komoditas.
“Saya sangat mengapresiasi capaian pertumbuhan ekonomi kita pada kuartal kedua tahun 2022 di level 5,44 persen (year-on-year/yoy), sehingga selama satu semester di tahun ini pertumbuhan ekonomi akumulatif kita mencapai 5,23 persen,” kata Said dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (5/8).
Menurut dia, sektor-sektor lapangan usaha yang menyumbang pertumbuhan ekonomi kembali bergerak karena keberhasilan pengendalian COVID-19, sehingga mobilitas masyarakat pulih seperti sebelum pandemi.
Tekanan eksternal yang sejak perang Ukraina dan Rusia pecah pada akhir Februari 2022 pun terlihat masih terkelola dan termitigasi dengan baik oleh pemerintah.
Meskipun sedikit ada kenaikan inflasi di level 4,4 persen, politisi senior PDI Perjuangan ini menilai tingkatnya masih terkendali lantaran posisi Indonesia tidak separah negara-negara Eropa, Amerika Serikat (AS), beberapa negara Timur Tengah, dan Asia Timur.
“Inflasi dan pandemi yang sama sama terkendali membuat tingkat permintaan yang bertumpu pada konsumsi domestik, yakni pada rumah tangga tumbuh sangat baik di level 5,5 persen (yoy),” tutur anggota DPR 4 periode ini.













