JAKARTA-Peristiwa sumpah pemuda bukan hanya fakta sejarah, namun setidaknya ada tiga hal yang terkandung di dalamnya, yaitu kepemudaan, ketatanegaraan, dan kebudayaan. “Peristiwa kepemudaan karena mereka berusia sangat muda pelajar dan mahasiswa yang tiba-tiba memiliki pergerakan yang sama untuk mencapai masa depan Indonesia,” kata Ketua Fraksi PKS MPR RI Mustafa Kamal dalam dialog kenegaraan “Memaknai Sumpah Pemuda’ bersama B
Budayawan Radar Panca Dahana di Kompleks Parlemen, di
Senayan Jakarta, Senin (30/10/2017).
Kedua, yakni peristiwa ketatanegaraan. Dimana di saat dalam penjajahan Belanda, anak-anak muda tersebut sudah mampu mengklaim teritorial dengan tumpah darah yang satu tanah air Indonesia. “Padahal, tidak tahu batas wilayahnya dimana? Yang kemudian dijelaskan dalam UUD NRI 1945,” ujarnya.
Ketiga, peristiwa kebudayaan. Dimana mereka mempunyai kesadaran akan bahasa persatuan, yaitu bahasa Indonesia. “Ini sebagai puncak identitas kebudayaan, yang tercermin dalam bahasa Indonesia dan bukan bahasa Melayu,” tambah Mustafa.
Karena itu meski generasi muda kini tidak semuanya memahami dan menghayati sejarah pemuda 1928 tersebut, namun dengan pendidikan dan 4 Pilar MPR RI, dia optimis generasi muda kini akan mampu menghadapi tantangan zaman ke depan.













