Karena itu lanjut Lukman, MPR RI ingin membangun rekonsiliasi di tengah berbagai perbedaan, dan itu membutuhkan kesadaran untuk Indonesia yang lebih baik. “Saat ini momentum terbaik di tengah masih banyak konflik di tengah masyarakat. Baik berlatarbelakang agama, etnis, sosial politik, dan sebagainya. Jadi, FSAB ini menjadi teladan. Di mana tak semua konflik harus diselesaikan secara hukum. Seperti konflik Ahmadiyah, Syiah, HKBP, dan lain-lain,” tambah Wakil Ketua Umum DPP PPP itu.
Dengan demikian Lukman berharap, forum-forum seperti FSAB ini akan lebih banyak lagi lahir dan menjadi kesadaran bersama bagi elit bangsa ini, agar keberagaman terpelihara di bumi Indonesia. “Semoga kesadaran semacam tokoh-tokoh FSAB ini akan lahir dan lebih banyak lagi, agar keberagamaan dan kebhinnekaan terpelihara dengan baik bagi Indonesia ke depan,” pungkas Lukman. **can














