Menurut Rika, dengan lebih dari 1.100 toko di seluruh Indonesia, MR.D.I.Y. Indonesia akan terus berupaya menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli lingkungan, serta mendukung secara nyata Gerakan Nasional “Menuju Indonesia Bebas Sampah 2029.”
Selain itu, papar Rika, kolaborasi ini juga menandai langkah penting bagi kemitraan antara sektor bisnis dan teknologi dalam mengatasi tantangan pengelolaan sampah di Indonesia.
Joshua Valentino, COO dan Co-Founder Rekosistem mengungkapkan, “Rekosistem berkomitmen menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang lebih transparan dan efisien melalui pemanfaatan data dan teknologi. Kami melihat kolaborasi lintas sektor mampu menghadirkan dampak nyata mengurangi timbunan sampah dan menekan emisi karbon,”ujarnya.
Sejak diluncurkan pada Maret 2024 hingga Juli 2025, 10 Recycle Dropbox yang telah berjalan di 10 toko MR.D.I.Y. Indonesia berhasil memperoleh hasil yang signifikan, dengan data sebagai berikut:
● Mengumpulkan lebih dari 1.025kg sampah melalui 567 kali pengambilan, yang terdiri dari sampah anorganik sebesar 79,4%, dengan komposisi Plastik 40,63%, kertas 25,59%, Kardus 7,52%, serta logam 2,74%, beling, Multi Layer Plastic (MLP) dalam porsi lebih kecil, dan sisanya residu.
● Program ini mencatat tingkat pemulihan sampah sebesar 79,4%, memberikan kontribusi positif dalam mendukung peningkatan pengelolaan sampah nasional, yang saat ini berada pada kisaran rata-rata 22%.
● Total sampah yang terkumpul dan berhasil didaur ulang ini juga berkontribusi pada pengurangan emisi karbon sebanyak 841,78 kg CO₂ ekuivalen.














