Penyelenggaraan kegiatan survei preferensi politik pemilih dalam pilkada dilakukan oleh para peneliti yang andal dan memiliki pengalaman di atas 10 tahun di bidangnya.
MRC mengklaim hasil survei yang dilakukannya dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan.
Sejak pertama kali menyelenggarakan survei preferensi politik, hingga saat ini MRC sudah melakukan 46 kali survei.
Pengalaman ini setidaknya bisa dijadikan jaminan bahwa survei yang dilakukan sangat kredibel, baik ditinjau dari sudut pandang metodologi, maupun manajemen risetnya.
Survei yang dilaksanakan selama dua hari yang dilakukan MRC menghasilkan data bahwa sebagian besar responden (89,5%) beragama Islam, beragama Kristen Protestan (5,7%), Katolik (2,4%), Budha (1,5%), dan lainnya (0,9%).
Fakta di atas semakin membuktikan bahwa perbedaan suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) dalam pilkada DKI Jakarta sudah cair, sehingga sentimen SARA tidak bisa lagi dijadikan “barang dagangan” untuk memenangkan pasangan calon.














