“Dan seperti saya bilang setidaknya kasus Fahira ini harus jadi contoh buat pejabat negara lain agar tidak bersikap semaunya dalam menyampaikan kata-kata/kalimat yang dapat meresahkan termasuk dimedia social,” tegasnya.
Muannaspun menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setingginya kepada Unit Cyber Bareskrim Polri yang telah menangani laporan ini dengan sangat baik termasuk dukungan luas netizen.
“Terimakasih Unit Cyber Bareskrim Polri,” ujarnya.
Paska di laporkan ke Mabes Polri, Fahira Idris sebenarnya mengancam bakal melapor balik Muannas Alaidid ke Bareskrim Polri. Namun dalam perjalanannya, Fahira membatalkan laporannya.
“Soal sikap Fahira yang akhirnya batal melaporkan balik saya, sudah saya prediksi. Karena memang tidak ada bukti, tuduhan semula kan kabarnya saya dianggap melakukan fitnah dan pencemaran nama baik terhadapnya atas laporan yang saya buat,” urainya.
Muannas menduga-duga, Fahira sebenarnya secara diam-diam melaporkannya ke Polisi. Namun laporannya ditolak sampai pada akhirnya diam-diam Fahira memenuhi panggilan Polisi malam hari.
“Bagi saya, bisa jadi bukan karena dia tidak jadi melaporkan, tetapi mungkin sudah berupaya melaporkan diam-diam. Namun laporannya ditolak, sama seperti diam-diam akhirnya datangi Bareskrim penuhi panggilan malam hari,” terangnya.














