Mempertimbangkan perlindungan seperti asuransi perjalanan juga termasuk bentuk ikhtiar untuk mengantisipasi risiko tak terduga.
Yang terpenting, utamakan keselamatan daripada kecepatan. Ikhtiar menjaga diri (keselamatan/kesehatan) dan berasuransi merupakan wujud nyata tawakal, yaitu berserah diri kepada Allah SWT setelah melakukan usaha maksimal.
Nilai ibadah dari mudik bukan terletak pada perjalanannya semata, melainkan pada niat dan kemaslahatan yang dihadirkannya.
Niat untuk berbakti dan menyambung kasih sayang dengan keluarga jika dilakukan dengan bijak, maka hal ini dapat menjadi ladang pahala.
Namun jika tidak memungkinkan, Islam tetap memberi ruang untuk berbuat baik tanpa memberatkan, karena yang utama adalah ketulusan niat dan tanggung jawab dalam setiap langkah.












