Dengan adanya penandatanganan kerja sama ini ia berharap gagasan-gagasan pengembangan ekonomi umat segera bisa dilaksanakan.
“Paling tidak enam bulan setelah penandatanganan ini harus ada yang terealisasi,” katanya.
Ada pun Kepala Staf Presiden, Teten Masduki, yang juga hadir dalam peluncuran program itu, menyatakan bahwa program ini merupakan bagian dari gagasan Presiden untuk mengurangi kesenjangan ekonomi umat.
“Faktanya kesenjangan memang ada, ini ibarat rumput kering yang mudah terbakar oleh isu apa saja. Jadi harus ditanggulangi,” ucap Teten.
Ia melanjutkan bahwa program pemngurangan kesenjangan ekonomi umat seperti ini bisa dijalankan dalam tiga pilar, yaitu akses lahan, akses modal, dan akses pendidikan.
Dengan tiga pilar itu diharapkan ekonomi umat bisa terangkat.
“Kita sebenarnya punya potensi lompat jadi negara maju kalau tidak ada gejolak-gejolak politik, nah kesenjangan sebagai akar persoalan harus dikurangi,” katanya.













