Di sini lagi-lagi ‘mukjizat’ dari Tuhan yang Maha Kuasa, memberi kesempatan Masinton untuk maju Pilkada setelah KPUD Kabupaten Tapanuli Tengah mengesahkan dirinya berpasangan dengan Mahmud untuk maju konstestasi.
Sebagai sosok yang malang melintang di Jakarta, jelas merupakan tantangn tersendiri bertarung dalam kontestasi di daerah.
Apalagi, keputusan mengabdi di ‘kampuang’ halaman relatif sangat singkat dan praktis tergolong last minute.
Ibarat pertandingan sepak bola sudah masuk injury time.
Semua serba terbatas. Waktu terbatas, sosialisasi terbatas, proses keputusan pencalonan dirinya juga melalui waktu yang sangat terbatas.
Secara matematis dan rasionalitas politik, peluang menang kecil dibanding lawan yang sudah lama ancang-ancang kaki.
Tapi, di sinilah, sebagai masyarakat beragama, merasakan kehadiran tangan-tangan Tuhan.
Masinton, berbekal semangat, kerja keras dan niatan mengabdi yang penuh keikhlasan ternyata mendapat karunia Tuhan.
Garis tangan, ketentuan yang kuasa, ternyata memberikan jalan pengabdian indah kepada Masinton Pasaribu bersama Mahmud sehingga terpilih secara mengejutkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Tengah.
Mantan Wakil Presiden Hamzah Haz, pernah menyampaikan pernyataan menarik bahwa jabatan selalu sesuai garis tangan dan takdir yang Maha Kuasa. Jika Tuhan menghendaki, tak ada yang tak mungkin di dunia.













