Beban pokok penjualan MTMH naik 16,74% menjadi Rp189,06 miliar pada triwulan I 2024, dari Rp161,95 miliar pada triwulan I 2023.
Namun, laba kotor Perseroan tumbuh 31,7% menjadi Rp74,58 miliar pada triwulan I 2024 jika dibandingkan Rp56,61 miliar pada triwulan I 2023.
Setelah dikurangi beban usaha dan beban lain-lain, emiten pengelola rumah sakit beraset Rp1,94 triliun per Maret 2024 itu mencatat laba sebelum pajak sebesar Rp10,24 miliar pada triwulan I 2024, dari Rp3,31 miliar pada triwulan I 2023.
Adapun laba MTMH yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 167,96% jadi Rp7,07 miliar dari Rp2,6 miliar pada triwulan I 2023.
PT Murni Sadar Tbk (MTMH) bergerak dalam bidang penyedia layanan kesehatan, dengan fokus pada layanan onkologi dan kardiovaskular.
Melalui empat anak perusahaannya, perseroan mengoperasikan enam rumah sakit swasta di Medan (3 rumah sakit), Jakarta, Tangerang, dan Bali.
Murni Sadar sendiri berdiri di Medan pada tahun 2010. Rumah sakit pertama yang dibuka adalah Rumah Sakit Murni Teguh Memorial Medan pada tahun 2012, sedangkan rumah sakit terakhir adalah Rumah Sakit Murni Teguh Bali pada tahun 2021.
Perusahaan sedang dalam proses pembangunan rumah sakit baru di Pematang Siantar, Sumatera Utara.












