JAKARTA-Pengurus Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (Muslimat NU) menggandeng Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan The Global Alliance for Vaccines and Immunizations (GAVI) menyelenggarakan advokasi dan sosialisasi imunisasi Pentavalen. Langkah imunisasi ini ditujukan untuk daerah yang tingkat imunisasinya masih rendah. Baik di Jawa maupun luar Jawa. “Kami memiliki jangkauan sampai ke masyarakat akar rumput dan ingin meyakinkan masyarakat imunisasi ini gratis, halal dan menghilangkan imej bahwa kalau diimunisasi maka anaknya akan menjadi sakit,” kata Pimpinan Pusat Muslimat NU, Hj Roosmani Soedibjo melalui siaran persnya di Jakarta, Rabu (16/12/2015).
Menurut Roosmani, Muslimat NU secara proaktif ikut menyosialisasikan informasi imunisasi Pentavalen ini ke tengah-tengah masyarakat. “Apalagi Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah secara tegas mengeluarkan fatwa bahwa pemberian vaksin imunisasi pada bayi halal dan tidak haram dalam ajaran Islam,” ujarnya.
Lebih jauh Roosmani menjelaskan kegiatan sosialisasi ini merupakan wujud sinergi organisasi masyarakat dengan pemerintah dalam penggunaan dan memasyarakatkan imunisasi untuk mempercepat tercapainya cakupan imunisasi di Indonesia.
Di samping itu, kata Roosmani lagi, kegiatan sosialisasi ini juga merupakan advokasi kepada para pengambil kebijakan seperti Bupati/Walikota beserta jajarannya dan penyampaian pesan melalui berbagai mass media yang mendukung upaya peningkatan cakupan imunisasi dan kesehatan ibu dan anak (KIA).














