JAKARTA – PT Mayora Indah Tbk (MYOR) berencana mencatatkan surat utang di Bursa Efek Indonesia (BEI) senilai Rp1 triliun, dengan tingkat bunga sebesar 6,5-6,7 persen per tahun.
Berdasarkan pengumuman PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang dikutip Kamis (4/9), emiten milik pengusaha Jogi Hendra Atmadja ini akan menerbitkan dan menawarkan Obligasi Berkelanjutan III Tahap II-2025 sebesar Rp1 triliun.
Sekadar mengingatkan, pada rencana Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) melalui Obligasi Berkelanjutan III, MYORmenargetkan penghimpunan dana mencapai Rp2,5 triliun.
Sementara itu, Mayoratelah mendistribusikan Obligasi Berkelanjutan III Tahap I-2024 senilai Rp500 miliar.
Untuk rencana penerbitan Obligasi Berkelanjutan III Tahap II-2025, surat utang ini dibagi menjadi dua seri, yakni Seri A sebesar Rp700 miliar bertenor lima tahun dengan tingkat bunga 6,5 persen per tahun dan Seri B senilai Rp300 miliar bertenor tujuh tahun dengan tingkat bunga 6,7 persen per tahun.
Pada aksi korporasi ini, manajemen MYOR telah menunjuk empat penjamin pelaksana emisi obligasi, yakni PT Indo Premier Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas dan PT BRI Danareksa Sekuritas.
Rencananya, pencatatan obligasi sebesar Rp1 triliun ini akan dilakukan pada 11 September 2025.















