Menurut Eduard, khususnya daerah Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur dengan menciptakan suatu kebutuhan pasar untuk berlibur ke Waingapu bagi para individu dari generasi milenial dan gen Z dengan berbagai aktivitas.
Pihaknya juga ingin memasarkan Myze Hotel keluar negeri khususnya negara Australia yang dekat dengan Sumba Timur dan negara-negara di kawasan Asia Tenggara untuk menjadikan Waingapu sebagai destinasi wisata baru yang terenal di negara-negara tersebut selain Bali dan Lombok.
PT Nahna Maju Bersama selaku pemilik Myze Hotel Waingapu menyampaikan, Myze Hotel Waingapu hadir sebagai destinasi utama bagi wisatawan yang ingin mengeksplor keindahan Indonesia Timur dengan konsep yang menyatu dengan alam.
Myze menawarkan pengalaman menginap yang autentik, tenang dan selaras dengan alam Sumba lebih dari sekadar Hotel. Tentunya Myze dibangun sebagai rumah bagi seluruh lapisan masyarakat Sumba.
Tambah dia, sebuah ruang yang menghadirkan kebanggaan lokal maka nilai ini semakin kuat karena Myze dimiliki oleh masyarakat Waingapu sendiri sehingga setiap perkembangan Hotel turut memberikan dampak positif bagi perekonomian serta kesejahteraan masyarakat.
“Dengan strategi ini kami berharap Sumba dapat tumbuh sebagai destinasi baru yang dikenal secara global dan menjadi gerbang utama untuk menikmati keindahan Indonesia Timur,” ungkapnya.















