BNGA mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 3,79% dari Rp260,64 triliun menjadi Rp270,52 triliun pada 2025. BNGA mencatatkan simpanan giro senilai Rp103,08 triliun, tabungan Rp86,38 triliun, dan deposito senilai Rp81,06 triliun. Dana murah (CASA) perseroan tercatat Rp189,5 triliun, tumbuh 10,1%.
Adapun, dari indikator kinerja keuangan CIMB Niaga, sepanjang tahun lalu tercatat return on equity sebesar 13,0%, cost to income ratio sebesar 45,9%, dan cost of credit sebesar 0,74%. Sementara, CASA ratio tercatat 70,0% dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) sebesar 24,8%, dengan gross NPL (non-performing loan) sebesar 1,81%.












