Lebih lanjut, Perseroan juga terus melakukan diversifikasi usaha pada sektor pengangkutan non-batubara, seperti bauksit, dan nikel serta fokus pada keberlanjutan usaha, termasuk ekspansi lebih luas ke pasar internasional.
“Sepanjang 6M 2021, Pelita Samudera Shipping membukukan Pendapatan Usaha (Revenue) sebesar US$45,7 juta, meningkat 29% atau US$10,1 juta dari US$35,5 juta pada periode yang sama tahun 2020,” terangnya.
Segmen TNB menyumbang pendapatan usaha tertinggi di Semester 1 2021 dengan total US$17,2 juta, meningkat 23% dari 6M-2020.
US$4,5 juta diantaranya berasal dari pendapatan sewa berjangka (Time Charter) yang meningkat signifikan sebesar 1668% atau US$4,3 juta dibandingkan pendapatan TC Semester 1 2020 sebesar US$256 ribu.
“Dengan utilisasi TNB yang dimanfaatkan untuk disewakan berjangka berimbas pada menurunnya jumlah volume angkut, namun utilisasi armada berhasil mencapai stabil tinggi di 93,7%,” imbuhnya.
Dijelaskannya, segmen MV turut berkontribusi signifikan dalam peningkatan pendapatan Semester 1 2021.
Total pendapatan usaha tercatat US$14 juta, naik 22% atau US$11,5 juta (YoY).
“Dengan utilisasi mencapai 100%, semua MV milik Pelita Samudera telah disewakan untuk kontrak jangka panjang, menengah dan pendek guna melayani pasar domestik dan internasional,” tuturnya.













