Seiring penjualan, beban pokok penjualan JPFA juga naik 6,59% menjadi Rp47,52 triliun pada 2025, dari Rp44,58 triliun tahun 2024. Namun, laba kotor emiten produsen pakan ternak terpadu itu tumbuh 17,58% menjadi Rp13,19 triliun pada 2025, dibanding Rp11,21 triliun pada tahun 2024.
Di saat yang sama, beban penjualan dan pemasaran JPFA naik 19,89%, dari Rp2,25 triliun pada 2024, menjadi Rp2,69 triliun pada 2025. Begitu juga beban umum dan administrasi meningkat 15,68% menjadi Rp4,34 triliun. Laba usaha JPFA melonjak 22,15% menjadi Rp6,18 triliun pada 2025, dari Rp5,06 triliun pada tahun 2024.
Dari sisi neraca keuangan, JPFA memiliki total aset sebesar Rp40,06 triliun pada 2025, melejit 15,56% dari Rp34,66 triliun pada 2024. Sedangkan jumlah liabilitas dan ekuitas JPFA, masing-masing Rp20,04 triliun dan Rp20,01 triliun.














